Dalam Hoegeng Awards 2026 ada 5 kategori, yaitu Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, Polisi Tapal Batas dan Pedalaman, serta Polisi Berintegritas. Pemilihan 3 besar dari masing-masing kategori itu ditentukan dalam rapat Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Adapun Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 yaitu Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM, Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., dan anggota Kompolnas Gufron Mabruri.
Habiburokhman menyebut para Dewan Pakar memiliki referensi yang lengkap untuk menilai para kandidat. Oleh sebab itu, ia memastikan penilaian Dewan Pakar akan sangat objektif.
"Jadi segala informasi yang kami dapat sebelumnya, baik dari media pun informasi-informasi lain, menjadi rujukan kami memberikan penilaian," kata Habiburokhman usai rapat.
Dia mengatakan pemilihan 3 besar kandidat Polisi Berintegritas menjadi kategori yang paling rumit untuk menentukan. Sebab, kata dia, untuk menilai seorang polisi yang berintegritas tidak bisa ditentukan dari satu-dua peristiwa.
"Kita harus baca benar sampai ke catatan LHKPN-nya wajar atau tidak, ada conflict of interest atau tidak yang bersangkutan menjalankan tugas, itu agak rumit. Karena masing-masing kalau prestasi terkait integritas ada tapi kita nggak bisa sebagian saja menilai seseorang, itu yang paling rumit," ucapnya.
Mas Achmad Santosa juga sependapat dengan Habiburokhman. Dia menyebut Dewan Pakar memasang standar tinggi untuk kategori Polisi Berintegritas.
"Walaupun kategori lainnya juga akan disorot oleh publik. Tapi saya pikir yang berintegritas itu yang sedang ditunggu oleh publik, siapa sih sebetulnya yang berintegritas itu," ujarnya.
Sementara itu, Alissa Wahid mengatakan rujukan utama dari ajang pencarian polisi teladan ini adalah sosok Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Menurutnya, Jenderal Hoegeng terkenal karena kesederhanaan hingga integritasnya.
Oleh sebab itu, Alissa juga sepakat menentukan 3 besar Polisi Berintegritas adalah pilihan yang paling sulit. Alasannya karena untuk kategori ini standarnya sangat tinggi.
"Karena integritas itu standarnya sangat tinggi, ada hal-hal yang tidak bisa kita negosiasi, misalnya rekam jejak. Karena itu Polsi Berintegritas itu sosoknya bener-bener kita harus memastikan mereka adalah sosok yang benar-benar bersih, jujur, profesional dan menunjukan sikap menjunjung tinggi kode etik anggota Polri," kata Alissa.
Gufron Mabruri mengatakan dalam memilih 3 kandidat Polisi Berintegritas, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 melakukan pengecekan secara berlapis. Menurutnya, kategori ini akan menjadi wajah utama Polri di masyarakat.
"Jadi untuk memastikan penerima kategori Polisi Berintegritas memang betul-betul polisi yang berintegritas. Jadi perlu dilakukan pengecekan secara berlapis untuk memastikan integritasnya terjamin," ucapnya.
Sedangkan Putu Elvina memastikan para Dewan Pakar menjaga integritas dan independensi dalam menentukan 15 besar Hoegeng Awards 2026. Dia tidak ingin kandidat yang terpilih nantinya bermasalah.
"Dewan Pakar itu dari tahun ke tahun semakin selektif untuk melihat kriteria calon-calon tersebut, makannya kami berkomitmen memastikan bahwa calon tersebut betul-betul yang sudah disortir rekam jejaknya ditambah pengalaman dan integritas yang kita lihat. Para Dewan Pakar juga berkomitmen agar siapapun yang dipilih itu merupakan orang-orang yang tidak berpotensi diintervensi oleh siapapun," ujar Putu.
"Kami menjaga kredibilitas dari hasil pemilihan kami sehingga dari awal komitmen kami menjaga integritas, independensi dari Dewan Pakar," imbuhnya.
Berikut 15 polisi kandidat penerima Hoegeng Awards 2026:
- Aiptu Dafit Rico Dermawan Jabatan: Kasubnit II Unit 6 Sat Reskrim Polresta Padang (baca profilnya di sini)
- Brigpol Kamaludin Jabatan: Bhabinkamtibmas Desa Sermong, Taliwang, Sumbawa Barat, NTB (baca profilnya di sini)
- Kombes Eko Budhi PurwonoJabatan: Dirbinmas Polda Riau (baca profilnya di sini)
- Aipda Frits BidaraJabatan: Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (baca profilnya di sini)
- Kombes Christian TobingJabatan: Kapolresta Sidoarjo, Jawa Timur (baca profilnya di sini)
- Brigadir Renita RismayantiJabatan: Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri (baca profilnya di sini)
- Ipda Kadek SumertaJabatan: Panit Reskrim Polsek Blahbatuh, Polsek Gianyar, Bali (baca profilnya di sini)
- AKP Siti Elminawati Jabatan: Kasat Reskrim Polres Sigi, Polda Sulawesi Tengah (baca profilnya di sini)
- AKBP Ema RahmawatiJabatan: Kasubbag Binops Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri (baca profilnya di sini)
- Iptu Bastian TuhuteruJabatan: Kapolsek Leksula, Buru Selatan, Maluku (baca profilnya di sini)
- Ipda Motalip LitilolyJabatan: Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua (baca profilnya di sini)
- Bripka Hamzah LademaJabatan: Bhabinkamtibmas Desa Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (baca profilnya di sini)
- Kombes Muhammad Arsal SahbanJabatan: Analis Kebijakan Madya Bidang Eksus Bareskrim Polri (baca profilnya di sini)
- Kombes Norul HidayatJabatan: Kepala SPN Polda Bangka Belitung (baca profilnya di sini)
- Kombes Yimmy KurniawanJabatan: Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri (baca profilnya di sini)